Christopher

Archive for May 24th, 2009|Daily archive page

Morning Coffee (2)

In Uncategorized on May 24, 2009 at 3:06 pm

Note: posting ini sebenernya ga ada nyambung-nyambung-nya sama morning coffee, tapi berhub kejadiannya secara kronologis adalah tepat setelah Morning Coffe (1), dan gw lagi males nyari judul ya udah judulnya ini aja hehehe.

Jadi ceritanya saat gw mau pulang dari Starbucks (bdk. Morning Cofee (1)), gw mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah gw lakukan seumur hidup gw dan hanya pernah gw baca di buku PPKn eSDe yaitu : “membantu nenek2 nyebrang!” Yeay! (Trimakasih TUHAN, hamba-Mu ini telah diberikan kesempatan untuk berbuat baik. Jadi sekarang setidak-tidaknya kemungkinan gw untuk masuk neraka sedikit berkurang *LOL*). Jadi ceritanya kesempatan langka ini…,

ya iya lah langka, jaman sekarang ini nenek2 (kakek2 juga) uda jarang ada yang jalan2 sampe nyebrang jalan sendirian aja, seringnya si kemana-mana uda pake mobil, trus kalopun ga pasti ada anaknya ato cucunya ato nanny-nya atau siapanya lah yang nemenin, ga single fighter seperti yang gw temui pagi ini.

Oke lanjut…, jadi ceritanya kesempatan langka ini gw dapatkan ketika sedang menunggu kendaraan elit 15 seater (baca: angkot) untuk pulang ke kost. Ternyata sang Granny ini juga mau naek angkot dengan jurusan  yang sama dengan gw (maksudnya bukan sama2 mau ngambil TI ITB, lagipula sekarang namanya udah jadi program studi bukan disebut jurusan lagi, tapi maksudnya arah yang kita tuju sama).  Jadilah setelah gw mwmbantu sang nenek nyebrang dan naek ke angkot, kami pun berbincang-bincang atau tepatnya dia berbicara dan gw hanya mengulang kalimatnya sambil ngangguk2 atau bilang “Hm”, “oh iya”, yah gtu lah. Nah inti ceritanya disini (buset!, intro-nya ga kurang panjang mas?). Sejujurnya gw rasa perbincangan yang terjadi biasa aja, dan apa yang beliau katakan bidsa dibilang monoton : value yang kita uda sering denger dan uda menjadi common sense, sama cerita jaman baheula ketika beliau masih muda, saat beliau mau kuliah susah karena masih jaman Belanda, etc. ata dengan kata lain interesting levelnya cenderung LOW lah. Tapi karena dikatakan dan diceritakan dengan sangat semangat dan sepertinya beliau sangat senang ketika bercerita, gw pun ga tega untuk tidak memasang tampang “anjir-ni-seru-banget-lebih-seru-dari-pelem-Hollywood-Bollywood-layar-tancep-dan-sinetron-disatuin”. Tapi ada hal gw sadari di sini, mungkin dia merasa kesediaan gw untuk mendengarkan dan (at least pura-pura) excited dengan apa yang beliau celotehkan jauh lebih berarti dari apa yang gw lakukan ketika menolong dia nyebrang n naek angkot. Kenapa? Karena mungkin buat beliau mencari seseorang yang bisa diajak ngomong, atau at least cukup sabar untuk mendengar dia ngomong dengan bahasan yang mungkin bagi sebagian besar orang kurang menarik dan cara bicaranya yang agak lamban sangat sulit. Mungkin banyak meremehkan ketika beliau bicara karena kesannya topiknya outdated  dan banyaknya tentang dirinya sendiri di masa lalu, ga up-to-date banget sih?

Gw pun berpikir, mungkin memang hanya hal-hal itulah yang beliau masih PeDe untuk ngomong panjang lebar, karena meskipun kurang up-to-date, tapi she know taht as much as she said is true. Mungkin jaman bergerak terlalu cepat bagi beliau ubtuk selalu mengikuti perkembangannya, dan acara gosip ataupun majalah GoGirl sudah tidak menarik bagi beliau, makanya ga mungkin kalo sampe tau2 beliaumenggosip tentang Robert Pattinson yang lagi digilai gadis-gadis remaja. Beliau juga tau, alih-alih sok tau tentang hal-hal masa kini trus salah n malah bikin malu sekaligus bikin emped (ini istilah yang baik dan benarnya apaan ya?) yang dengernya, mendingan dia ngomongin hal yang udah jelas-jelas uda tau aja. Kita juga males kan kalo tiba2 buyut kita tersayang ngaku-ngaku kenal sama Kris Allen (kalo yang belom tau, dia ini juara American Idol season 8 ) karena mengira yang kita omongin adalah Mas Kris keonakannya tetangga sebelah, atau ngaku-ngaku punya banyak Facebook karena mengira facebook : face=wajah, book=buku –> facebook=album foto.

Oke, so we can’t really learn quite a lot from what they said, but we can actually learn some things by listening to them (lho? Koq kontradiktif gini sih jadinya?). Maksud gw, yang kita dapet bukan dari apa yang mereka bilang (tapi bisa juga si, biasanya kan old people lebih wise gitu) tapi dari kesediaan kita untuk mendengarkan mereka. At least ada dua hal yang bisa kita pelajari : humbleness, dan respect/chivalry. Humble dari kesediaan ntuk tetap mendengarkan mereka meskipun seringkali pegetahuan kita (menurut kita) udah surpassing apa yang mereka tau, dan respect terhadap orang lain khusunya yang lebih tua. Dan dua hal itu menurut gw ga kan pernah outdated. Nah jadi kalo sewaktu-waktu ketemu dengan seorang tua yang keliatannya membosankan karena banyak omong dan omongannya ga gitu menarik, cut them some slack will you? Time hasn’t been nice enough to them by not letting them catch up with it, so maybe we can be nicer by lending our ears and preserving their self esteem.

Morning Coffee (1)

In Uncategorized on May 24, 2009 at 1:40 pm

Note : Sorry ini harusnya ada foto-nya biar menarik, tapi berhub gw moto-nya pake HP n laptop gw butut jadi ga ada blutut (bluetooth) plus gw dg sangat brilian ga punya connector USB buat sang HP ataupun card reader, trus tadi mencoba mereplikasi gambarnya dengan paint hasilnya jadi seperti lukisan dinding anak Balita maka gw putuskan foto-nya dipending dulu, ntar baru gw update belakangan =)

Breakfast at Starbucks

Oke, mungkin beberapa udah tau kalo gw adalah si autis yang sering nongkrong di Starbucks sendirian sambil baca majalah, buku, atau nulis-nulis sesuatu (yang biasanya ntar gw salin ke blog ini) ataupun belajar (sebenernya si ga serius juga) buat Ujian.Dan pagi ini pun demikian, ketika besok gw masih kemungkinan besar harus Ujian SPP, gw dengan sangat santai-nya “mampir” dulu ke Starbucks buat “breakfast” hehehe. Setelah sebelumnya membeli sebuah novel “BLINK” karangan Malcolm Gladwell dan memesan Grade Hazelnut Latte plus sepotong Half Double Decker sandwich, gw pun memulai ritual “sarapan a la autis” gw. It’s not as bad as it sounds though, some dose of caffeine in the morning plus a little time with myself is quite pleasant things to sart my day with (at least in my opinion). Kalo ditanya sebenernya gw ngapain ber-solo ria seperti orang ANSOS gitu, jawaban simpelnya adalah : “pengen aja” atau “karena gw suka” hehehe. Kalo mau jawaban yang lebih panjang : karena gw orang yang suka berpikir tentang hal-hal yang ga penting, ga wajar, dan aneh-aneh trus gw juga merupakan seseorang yang sangat suka daydreaming n punya ide-ide nyeleneh tingkat kronis.

Okay, it’s legit, you really are mental/suffer from autism”, gw tau itu pasti yang ada di pikiran kalian tentang gw sekarang *LOL* (but it’s okay, every man have their own dose of insanity, it’s just a little  more than your average in my case)

Oke, kembali ketopik semula. Nah karena pikiran-pikiran gw yang “out of this world” tadi, kadang-kadang gw merasa akan lebih baik kalo gw membiarkan gw sendiri untuk berfantasi liar sebebas-bebas-nya tanpa melibatkan orang lain (gw  ga mau teen2 gw terinduksi jadi mental juga *LOL*), tapi percaya atau ga, letting your mind wander freely, unbounded by logic or anything you’ve been taught all your life is somehow refreshing. In this fast-paced life we are living, spending a quality time with yourself is like pressing pause-slow motion-play on your life remote, it makes you wear-out from your daily activities slower than your normal rate (beh, berasa tua dah gw…*damn*).Okay, call me dreamer, call me romantic, call me time-waster, call me inefficient but I believe to live a more enjoyable life you should look to a wider horizon than just ticking seconds, margins, numbers, and all those kinds of things (dan sekarang kalian mulai meragukan kalo gw adalah anak teknik, karena gw baru aja menyangkal prinsipal teknik yang melulu efektivitas dan efisiensi). Trus gw merasa tulisan gw koq uda melenceng kmana-mana ya? Udah ah gw sudahi dulu sampai sini sebelum gw makin ga jelas ngomong apa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.